Aku mungkin tersungkur dulu, dan tanah
berlumpur membalur tubuhku sekujur.
Tapi lihatlah!
Lumpur itu kini menjelma syukur.
Dia memberiku sensasi
saat kami saling melebur.
Dan kini, dengan kedua tanganku, akan
kusemai bibit baru di bekas genangan lumpur itu,
yang telah kuolah menjadi lahan baru.
Tidak pernah ada yang sia-sia bahkan dari sesuatu yang
tampak sia-sia. Aku akan panen saat waktunya tiba!
19 Januari 2012, mengumpulkan yang terserak
Suka sama puisinya mbak. Bagus. Ulasannya sangat menarik. Senang sekali dapat berkunjung ke laman web yang satu ini. Ayo kita upgrade ilmu internet marketing, SEO dan berbagai macam optimasi sosial media pelejit omset. Langsung saja kunjungi laman web kami sboplaza.com ya. Ada kelas online nya juga lho. Terimakasih ^_^
ReplyDelete